Showing posts with label Public Relation. Show all posts
Showing posts with label Public Relation. Show all posts

3/09/2010

Ambruknya Komunikasi Gertak Sambal

Ambruknya Komunikasi Gertak Sambal
'Fear-arousing communication' (FAC) bisa diterjemahkan komunikasi gertak sambal. Komunikator mengancam, atau menggertak, komunikan untuk melakukan suatu tindakan yang dikehendakinya. Jika tidak dituruti, komunikator mengancam akan mengenakan hukuman terhadap komunikan. Jika komunikan merasa takut, apalagi amat takut, sebab ancaman tersebut, ia diharapkan akan memenuhi tuntutan komunikator. Komunikasi yang membangkitkan rasa takut di pihak komunikan.

Di kalangan ilmuwan komunikasi Amerika, banyak penelitian dilakukan tentang jenis komunikasi yang satu ini, terutama terkait dengan efektivitasnya. Seberapa jauh komunikan atau orang banyak akan takluk terhadap ancaman komunikator?

Iklan-iklan antirokok sebenarnya merupakan contoh FAC yang gamblang. "Jangan merokok. Jika Anda bandel, nyawa Anda akan pendek," bunyi iklan antirokok. Di mana-mana kita juga membaca slogan memerangi narkotika dan seks bebas. "Narkotika berarti maut!" "Awas! Seks bebas berarti AIDS. Dan AIDS ujungnya kematian!"

8/15/2008

MAU JADI PELOBI ?


Meskipun dunia lobi-melobi (lobbying) selama ini selalu dikonotasikan dengan dunia politik, karenanya lebih sering dilakukan oleh para poltikus di gedung parlemen, namun itu tidak berarti dunia lobi-melobi hanya milik politikus atau orang-orang yang terlibat dalam pemerintahan. Kegiatan lobi-melobi juga ada dalam dunia bisnis. Karena itu tidak sedikit perusahaan-perusahaan besar yang secara khusus memiliki atau menyewa pelobi untuk kepentingan bisnisnya.
Seorang pelobi, apakah itu dalam dunia politik atau dunia bisnis, sasaran maupun strategi yang digunakan adalah sama, bagaimana mempengaruhi pengambilan kebijakan. Karena itu, lobi-melobi identik dengan ‘art of persuasion’, seni membujuk dengan tahu persis kepada siapa dia harus bicara pada saat dan tempat yang tepat. Jadi, seorang pelobi yang mewakili kepentingan seseorang atau kelompok masyarakat atau bahkan kelompok bisnis yang memiliki kepentingan terhadap suatu kebijakan publik, maka target utamanya adalah bagaimana mempengaruhi pengambil kebijakan, katakanlah yang berkaitan dengan legislasi atau regulasi tentang sesuatu hal, agar pengambil kebijakan, dalam hal ini parlemen, mau membuat kebijakan yang bisa memenuhi kepentingan pihak yang diwakilinya. Ambil contoh misalkan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengelolaan hutan. maka tentu perusahaan tersebut akan sangat berkepentingan terhadap setiap regulasi atau peraturan yang dibuat oleh pemerintah atau parlemen bila regulasi atau peraturan tersebut berkaitan dengan soal pengelolaan hutan.
Apakah sah bila seorang pelobi yang menjalankan kegiatannya mendapatkan kompensasi atau honor atas pekerjaan yang dia lakukan ?. Tentu hal itu sah-sah saja sepanjang kompensasi tersebut diperoleh dengan tidak melakukan pelanggaran hukum, misalkan dengan melakukan penyuapan dan sebagainya.
Siapa dan bagaimana bisa menjadi seorang pelobi ?. 
Di Indonesia, rasanya tidak ada kualifikasi khusus atau bahkan sertifikasi khusus untuk menjadi seorang pelobi. Pengetahuan dan pengalaman yang memadai serta didukung dengan kemampuan untuk menjalin interaksi dengan banyak pihak, rasanya sudah cukup untuk menjadi seorang pelobi. Meskipun demikian, seorang pelobi sedikitnya harus memiliki kapasitas intelektual yang cukup memadai. Pada umumnya, seorang yang memiliki latar belakang kesarjanaan dalam bidang ilmu politik, hukum, ekonomi, komunikasi, kehumasan atau ilmu-ilmu sosial lainnya akan lebih mudah untuk menjadi seorang pelobi.  Dengan kata lain, kita tidak perlu menjadi politikus atau pengacara untuk menjadi seorang pelobi yang profesional. Menarik bukan ?

8/14/2008

Lobby, A Mantra Of Success For Corporate Houses

Lobby, A Mantra Of Success For Corporate Houses
By [http://ezinearticles.com/?expert=Bharat_Kumar]Bharat Kumar

The word lobby is being frequently used in today’s business circle. So, experts and senior executives in the field of different segments have widespread domain knowledge and champion specific matters. They regularly interact with senior bureaucrats or lobby through industry links.

It is undeniable that lobby is on the rampage in the corporate sector. Lobbying comes in different shapes and sizes. List of some of the famous lobbyists are given below.

From Ratan Tata to Mukesh Ambani to N.R. Narayana Murthy to Azim Premji to Sunil Mittal, everyone is indulged in the game of lobby for, variously, superior policies in telecom, oil & gas, education and retail.

Their method is to make regular contacts to policy makers personally, encourage popular support via media. That is why their success rate is very high, since they bring a lot of personal reliability and the heft of their business empires to consider on the issues they champion.

Typically, retired bureaucrats like Pradip Baijal, former TRAI Chairman, and C.M. Vasudev former Expenditure Secretary in the Ministry of Finance and men of such stature are very much active in the game of lobby. They work the old boys’ network, have better right of entry than employee-lobbyists, and identify the lay of the land better than others. So they are very effective in the game of lobby, since they know how the system functions and which levers to pull.

Liquor tycoon turned aviation czar Vijay Mallya of Kingfisher lately got Air Deccan, a low price air carrier, is well on his way to toppling a policy wall that forbids airlines that are not in any case five years old from flying abroad. Why? Kingfisher Airlines is just three years in this business, and Mallya is eager to fly overseas routes. The Union Cabinet is at present thinking to allow kingfisher to fly their airlines in overseas routes. All such things are possible due to lobby.

Dr. Shanker Adawal, who was associated with Nortel previously, is the key lobbyist for Reliance Industries Limited (RIL) in Delhi and NCR. During the important SEZ deal between RIL and Haryana government, Dr. Adawal tackled the situation admirably.

To handle such situation is a common for man like Dr. Adawal. Almost four years before the same situation occurred when Reliance Infocomm (as it was known that time) faced detachment over infringement of licence conditions as a permanent line operator, once again it was Adawal who showed his class and presence of mind to save Infocomms Rs 15,000 crore investment in telephony.

At present lobby is really a mantra for the success of corporate houses. With the help of lobby any one could be approached. Noted lobbyists always want to work within companies either as board members or advisors.

Author is free lancer Journalist. Specialist is Corporate News

Article Source: http://EzineArticles.com/?expert=Bharat_Kumar http://EzineArticles.com/?Lobby,-A-Mantra-Of-Success-For-Corporate-Houses&id=661585
AddThis Feed Button